Masalah penampilan, akademis, bullying, percintaan, kecanduan gawai, hingga penyalahgunaan zat atau narkoba merupakan masalah remaja yang perlu diwaspadai orangtua
Masa remaja sering disebutt sebagai masa pencarian jati diri. Tidak heran, jika dalam fase ini, remaja sering dipenuhi dengan kebingungan. Berbagai masalah remaja bisa terjadi, mulai dari perkara sederhana hingga masalah yang berdampak pada mental healthnya
Namun sebagian orangtua tidak mengetahui atau memahami permasalahan remaja saat ini. Padahal orangtua merupakan sosok yang seharusnya diandalkan oleh anak untuk membantu menghadapi berbagai masalah yang sering dialami oleh remaja. Apa saja permasalahan yang biasa terjadi pada remaja ?
12 Masalah Yang Terjadi Pada Remaja
Sebagai orangtua, Anda diharapkan bisa memahami berbagai masalah remaja yang biasanya terjadi. Berikut masalah-masalah yang umumnya dialami remaja.
- Masalah penampilan
Kebanyakan remaja mulai memerhatikan penampilannya. Pada periode ini, mereka juga mulai tertarik dengan lawan jenis Namun, perubahan hormon bisa membuat remaja menimbulkan jerawat, bau badan, dan menjalani berbagai perubahan lainnya pada tubuh Masalah berat badan juga dapat menyebabkan remaja merasa rendah diri atau insecure. Atau bahkan mereka mungkin menyadari jika tubuhnya terlalu gemuk sehingga berusaha untuk diet
- Gangguan makan
Karena tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya, remaja bisa mengalami gangguan makan, seperti bulimia atau anoreksia (silahkan baca di web tentang bulimia). Mereka merasa takut berat badannya bertambah sehingga membiarkan dirinya kelaparan Remaja yang mengalami gangguan makan juga mungkin berusaha mengeluarkan makanan dari tubuhnya, misalnya dengan memuntahkan makanan yang sudah dimakan atau menggunakan obat pencahar. Gangguan ini bisa menyebabkan mereka kekurangan nutrisi dan memicu terjadinya berbagai masalah Kesehatan
- Masalah akademis
Masalah akademis termasuk salah satu masalah remaja klasik. Tidak sedikit anak remaja yang merasa kesulitan untuk mengikuti pelajaran, sering mendapat nilai jelek, prestasi menurun, tidak betah di sekolah, hingga melakukan bolos sekolah Belum lagi tekanan dari orangtua yang sllu menuntut anak remajanya untuk berprestasi, seperti selalu mendapat ranking 1 atau diterima di sekolah favorit. Tidak sedikit juga anak-anak yang putus sekolah di usia remaja.
- Depresi
Bukan hanya fisik, gangguan mental juga dapat terjadi pada remaja. Depresi merupakan salah satu masalah generasi muda yang tidak boleh diabaikan. Analisis dari Pew Research Centre melaporkan bahwa tingkat depresi di kalangan remaja mengalami peningkatan dari dekade sebelumnya. Depresi pada remaja utamanya bersumber dari rasa tertekan yang menuntut mereka untuk mendapat nilai bagus, masalah dalam keluarga, atau ketidakbahagiaan dengan kehidupan yang dimiliki. Hal ini bisa berujung pada menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri.
- Masalah dengan orang terdekat
Karena perasaannya yang lebih sensitif dan labil, remaja juga bisa mengalami masalah dengan orang terdekat. Misalnya, ketika dinasihati orangtua, mereka tidak terima dan malah melawan atau bahkan sampai pergi dari rumah. Selain itu, ketika tersinggung dengan perkataan teman, mereka mungkin jadi memusuhi temannya tersebut. Begitupun Sebaliknya, mereka juga bisa dimusuhi sehingga menyebabkan perasaan sedih dan depresi.
- Bulliying atau perundungan
Bullying adalah permasalahan remaja yang marak terjadi. Tidak sedikit anak remaja yang mendapat ejekan, intimidasi, ancaman, hingga kekerasan dari para pelaku bullying, terutama di sekolah. Masalah remaja ini bisa membuat mereka merasa tertekan, stres, atau bahkan depresi. Di era digital ini, cyberbullying (perundungan di dunia maya) juga harus menjadi perhatian orangtua. Para pelaku bullying dapat mengolok-olok, menyebarkan kebohongan, dan mengucilkan anak, bahkan menghasut orang lain untuk menjauhi mereka melalui berbagai platform media sosial.
- Maasalah percintaan dan aktivitas seksual
Contoh masalah hidup remaja lainnya adalah masalah percintaan. Memasuki masa remaja, anak-anak biasanya mulai suka terhadap lawan jenis dan mencoba menjalin hubungan romantis. Pertengkaran dengan kekasih atau mendapat larangan dari orangtua bisa membuat anak remaja merasa sedih dan galau Karena rasa ingin tahunya yang besar, remaja juga mungkin mencoba melakukan aktivitas seksual. Sebagai orangtua, Anda perlu menjelaskan seputar pendidikan seks dan memberikan batasan-batasan dalam hal ini. orangtua juga perlu memberikan pemahaman bahwa hubungan seks bebas di masa remaja bisa meningkatkan risiko penyakit menular seksual atau kehamilan usia dini yang menyebabkan putus sekolah.
- Kecanduan gawai
Adanya gadget atau gawai, seperti smartphone, laptop, atau tablet, dapat memudahkan komunikasi dan memberikan hiburan untuk anak remaja. Namun, kecanduan gawai membuat remaja menghabiskan lebih banyak waktunya untuk bermain gawai. Tidak jarang, mereka bermain game atau media sosial sambil makan, bahkan hingga melupakan tugas sekolahnya. Selain mengurangi aktivitas fisik, kecanduan gadget bisa menyebabkan remaja lebih senang menyendiri, memiliki lebih sedikit teman, dan berdampak buruk pada akademisnya.
- Tekanan dari teman sebaya
Permasalahan yang dihadapi remaja juga bisa ditimbulkan oleh tekanan dari teman sebaya. Anak remaja mungkin diharuskan berperilaku sesuai aturan yang telah disepakati dengan teman-temannya. Namun, tekanan ini dapat menyebabkan remaja melakukan hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan, misalnya bolos sekolah atau tawuran. Jika tidak mengikutinya, mereka bisa dikucilkan atau dijauhi teman-temannya
- Merokok
Merokok merupakan salah satu masalah remaja yang cukup mengkhawatirkan. Tidak sedikit remaja sekolah yang mulai terbiasa merokok. Ada yang merasa bahwa merokok itu keren, ada pula yang melakukannya karena mengikuti teman atau keluarga. Padahal rokok bisa berdampak serius pada kesehatan remaja, termasuk meningkatnya jumlah dan keparahan penyakit pernapasan, penurunan kebugaran fisik, dan masalah pada fungsi paru-paru.
- Minuman keras dan obat terlarang
Konsumsi minuman keras maupun penggunaan obat-obatan terlarang adalah masalah yang dihadapi remaja saat ini. Anda mungkin pernah membaca berita mengenai pesta miras atau narkoba yang dilakukan oleh remaja. Tindakan ini bisa dipicu oleh kurangnya pengendalian diri anak, dan pergaulannya yang salah. Masalah remaja tersebut dapat mengurangi kontrol diri dan meningkatkan perilaku berisiko, seperti melakukan seks yang tidak aman. Selain itu, alkohol dan penggunaan narkoba dapat menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari, dan mempengaruhi harapan hidup. Hal tersebut juga dikaitkan dengan perubahan neurokognitif yang dapat memicu masalah perilaku, emosional, sosial, dan akademik.
- Obesitas
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat memperkirakan bahwa sekitar 20 persen remaja berusia 12-19 tahun mengalami obesitas. Selain lebih rentan terkena bullying, remaja obesitas memiliki risiko masalah kesehatan yang jauh lebih besar, seperti diabetes, radang sendi, penyakit jantung, dan kanker. Selain itu, mereka juga berisiko mengalami gangguan makan karena ingin mengubah penampilannya.
Apa yang harus orang tua lakukan ?
Orangtua harus mampu memahami berbagai permasalahan remaja dan solusinya. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi masalah remaja saat ini.
- Pastikan anak remaja merasa aman dan dicintai.
- Tunjukan bahwa anda memahami perasaannya.
- Ajak anak Buatlah mereka merasa nyaman dan mau mengutarakan apa yang menjadi masalahnya.
- Bukan hanya sekedar menjadi orangtua tapi jadilah teman yang baik juga untuk anak
- Tunjukkan bahwa Anda mempercayai anak dan akan membantunya dalam menghadapi masalah yang dihadapi.
- Jika anak remaja melakukan kesalahan, jangan cepat-cepat menghakiminya. Tanyakan apa alasannya dan beri teguran yang tepat.
- Berikan pesan positif pada anak. Hal ini akan membuatnya merasa mendapat dukungan dan membantunya mengerti apa yang harus dilakukan.
- Lakukan hal yang menyenangkan bersama anak, seperti makan dan berolahraga bersama.
- Ajak ke psikolog atau psikiater jika kesehatan mental anak mulai